Tampilkan postingan dengan label #kumpulansajak #sajak #puisi #katakata #katasederhana #baitperasa #rimaperindu #gemasenja #sentuhanpagi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #kumpulansajak #sajak #puisi #katakata #katasederhana #baitperasa #rimaperindu #gemasenja #sentuhanpagi. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Januari 2016

Sinar Matamu Anakku

Pagi-pagi sekali,
adzan subuh belum usai.
Kau goncang Ibu lewat cium pipi
lewat untaian senyum merekah tak henti.

Kala subuh,
seperti saat ini
persis masih tertinggal di memori.
Aku teringat
kepergian mendiang kakekmu
lelaki tua penulis dunia
jujur berbalut tipis dosa.

Tak jemu
aku selalu dirayu
bergegas pergi dari mimpi.
Menjawab pagi
dan pergi menantang matahari.

Niat ku mempertemukan kalian sirna
Raganya telah membusuk bersama tanah
Tak sempat kau bisa baca
rendah hatinya.
Bagaimana ia laksana terik tanpa keringat,
hujan tanpa basah
sedih tanpa duka.

Setelah pulang kepada Tuhan,
kakekmu kini kembali hadir
kedalam sinar matamu.
Menyelami hati Ibu 
yang lama tak disentuh lelaki
sejak bapakmu lari.

Purwokerto
22 Januari 2016

Selasa, 19 Januari 2016

Rambut Merah di Minggu Pagi

Mendekap dingin minggu pagi kini
Mengayun diri kembali pergi

Di rantau tengah jawa
Belajar berdiri tanpa sanggahan kata

Ketika saatnya mengantri hari
Gemuruh hebat menyambar tepi
Bukan ini yang hendak di cari
Karena sepi masih lelap menemani
**

Di pinggir ricuh hebat pagi ini
Sosok elok indah berdiri
Rambutnya merah laiknya segar darah
Menakluk dunia menjadi pasrah

Tiada kawan di dekat sisi nyatanya
Karena si kusir pergi tanpa bertanya apa-apa



Darimana kira asalnya sang putri
Mana mungkin anak raja dari sini

**

Kilaunya mengganti matahari pagi ini
Lekaslah mari masuk kemari
Tiada sabar judi pagi ingin tertambat
Sial ada si muda bodoh yang memperlambat

Imaji mengoyak dalamnya diri
Pikir nyata mengunyah pahitnya duri
Bisakah kursi kereta pagi ini
Mengizinkan kita berdua bersama pergi


-Jakarta Raya-

*Puisi pernah di-publish oleh laman web husbandrynews.com

**Terinspirasi oleh perempuan cantik dalam kerumunan orang-orang berdesakan